SUARAKABAR.COM-JAKARTA- Puluhan pelanggar ijin yang terjaring operasi Yustisi Satpol PP Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, menjalankan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di RPTRA Kalijodo Kel.Angke Kec.Tambora Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019).

Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Barat, Tamo Sijabat mengatakan, operasi yustisi yang dilakukan petugas ini bertujuan untuk membuat efek jera para pelaku pelanggar ijin, terutama para pengusaha yang enggan mengurus ijin usahanya.

“Ijin perlu karena dengan adanya ijin berarti ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI yang masuk lewat retribusinya,” tegasnya

Tamo menjelaskan,  50 pelanggar  ijin yang disidangkan terdiri dari 25 usaha kos-kosan, 15 panti pijat yang tidak punya sertifikasi terapis dan 10 tempat usaha.

Kasatpol Pp Pemkot Jakarta Barat, Tamo Sijabat Saat Diwawancara Awak Media di RPTRA Kalijodo Tambora

Rencananya, kata Tamo, Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat tidak hanya menyasar panti pijat dan kos-kosan.

“Kami juga akan menyasar usaha laundry yang limbahnya kemana-mana,” jelas Tamo.

Di bulan ini kata Tamo akan ada dua sidang yustisi digelar di daerah Jakarta Barat, dimana sidang kedua akan di gelar 26 November mendatang.

Kemungkinan kata Tamo, sidang kembali digelar di RPTRA Kalijodo. “Karena ini yang paling deket kemana-mana,” jelas Tamo.

Ia juga berencana akan lebih giat menggelar operasi penertiban izin usaha  di wilayah Jakarta Barat. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.