Komnas HAM Minta Polisi Kawal Demo Mahasiswa Harus Humanis

SUARAKABAR.COM – JAKARTA –¬†Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia saat ini terus melakukan aksi demonstrasi besar-besaran kepada pemerintah terkait berbagai polemik perundang-undangan yang dinilai kontroversial. Beberapa demo yang telah terjadi ini bahkan berakhir dengan kericuhan.

Tercatat, demo yang terjadi di Makassar, Jakarta, dan Bandung telah berakhir dengan kericuhan sehingga menyebabkan banyak korban luka-luka. Kericuhan ini terjadi akibat bentrokan antara aparat keamanan dan mahasiswa yang tidak terhindarkan.

Komisaris Komnas HAM Amiruddin Al Rahab telah meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak menggunakan kekerasan yang berlebihan dalam mengawal dan membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa. Beberapa hari terakhir ini, telah banyak tersebar aksi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan kepada para pendemo.

“Jadi tidak perlu menggunakan kekerasan yang berlebih dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa,” kata Amiruddin kepada wartawan usai menjenguk tiga korban dari aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR kemarin di RSPP, Jakarta Selatan pada Rabu (26/9). “Karena saya pernah jadi demonstran mahasiswa.”

Walau begitu, Amiruddin sama sekali tidak menyalahkan aparat keamanan dalam menangani beberapa demo yang berujung dengan kericuhan tersebut. Amirruddin juga meminta para mahasiswa ataupun para pendemo untuk dapat menahan diri dengan saling menghormati pihak aparat keamanan demi menghindari konflik yang tidak diinginkan.

Menurut pengakuannya, tidak semua korban luka-luka dari aksi demo berasal dari tindak kekerasan yang dilakukan aparat keamanan. Berdasarkan hasil dari penelusuran Komnas HAM yang telah menyambangi korban di rumah sakit, beberapa korban diantaranya terluka karena terjatuh saat polisi berusaha membubarkan massa.

Pihak Komnas HAM berharap agar para mahasiswa dapat terus melakukan proses penyampaian aspirasi terhadap pemerintah tanpa bertindak melanggar hukum. Komnas HAM juga menyatakan akan meminta pihak kepolisian untuk memberikan klarifikasi atas peristiwa-peristiwa kekerasan yang terjadi sepanjang aksi unjuk rasa tersebut.

“Yang penting juga mahasiswa dalam melakukan sifat menyampaikan pendapat jangan pula bertindak hal-hal vandal, karena itu melanggar hukum,” kata Amirruddin. “Mungkin nanti saya komunikasi dengan Polri ya untuk menyampaikan beberapa hal yang kami anggap penting.”

Demonstrasi ini sendiri terjadi sebagai bentuk protes rakyat yang menuntut agar DPR membatalkan keputusan terkait pengesahan revisi UU KPK. Aksi ini juga dilakukan sebagai suara rakyat yang menolak sejumlah revisi undang-undang tepatnya KUHP, RUU Pertahanan, dan RUU Ketenagakerjaan. Mahasiswa juga akan mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

SUMBER: WOWKEREN.COM